Cara Termudah Mempercepat Loading Website!

cara mempercepat loading website di blogger atau di wordpress
Cara Termudah Mempercepat Loading Website!
Cara Termudah Mempercepat Loading Website!
Cara Termudah Mempercepat Loading Website!

Bagi warga Ernesia yang setiap hari sering menggunakan internet untuk mencari informasi dan berita, menemukan website yang loadingnya lama tentu akan sangat menyebalkan.

Biasanya, dalam hal ini, lebih baik menutup situs dan mencari situs lain. Banyak studi kasus dan studi tentang situs web yang lambat secara negatif memengaruhi peringkat halaman hasil mesin pencari (SERP).

Google juga menjelaskan hal ini pada tahun 2010 dengan menyatakan bahwa kecepatan situs web merupakan salah satu faktor yang menentukan peringkat mesin pencari situs web. Semakin cepat Anda mengakses situs web, semakin tinggi peringkatnya di mesin pencari.

Tes Kecepatan Situs

Ada beberapa tes untuk mengevaluasi kecepatan sebuah website.

  • 13 detik = di atas rata-rata
  • Kurang dari 1 detik = Luar biasa.
  • 37 detik = rata-rata
  • 7 detik atau lebih = termasuk buruk

Ada beberapa alat yang dapat Anda gunakan untuk melihat seberapa cepat memuat menggunakan Pingdom, Google PageSpeed Insights, GTMetrix dan WebPageTest untuk menguji kecepatan situs web Anda. Tapi di sini saya akan menunjukkan contoh hanya menggunakan GTMetrix.


Pada gambar di atas, Anda dapat melihat bahwa blog.qwords.com memiliki waktu buka 6,5 detik dan nilai kecepatan halaman 38% F-value. Ini berarti situs ini tidak baik atau buruk untuk biaya dan nilainya masih rata-rata.

Efek negatif pada situs web yang memuat lambat meliputi:

  • Efek negatif pada situs web yang memuat lambat meliputi:
  • Mengurangi lalu lintas pengunjung.
  • Tidak bagus untuk peringkat SEO situs web.

Cara mempercepat pemuatan situs web

Saat kita membahas studi kasus ini, mari kita coba tingkatkan skor kecepatan halaman blog.qwords.com agar menjadi halaman yang lebih baik. Berikut adalah cara paling sederhana untuk membuat situs web Anda dimuat lebih cepat. Lihat deskripsi di bawah ini.

1. Kurangi jumlah plugin yang tidak perlu.

Langkah pertama adalah mencopot pemasangan plugin yang menurut Anda tidak perlu dipasang. Ini bukan tentang plugin gratis, ini bukan tentang menginstal sesuka hati, ini tentang memilih plugin penting yang berdampak baik pada situs Anda.

Sekali lagi, pilih plugin yang tidak memuat banyak skrip, tidak memerlukan banyak kueri, dan tidak menambahkan kueri yang tidak perlu ke database. Ada sebuah plugin bernama Performance Profiler plugin yang memungkinkan Anda menguji efek plugin pada kecepatan situs web Anda. Instal dan analisis plugin yang terlalu berat untuk memuat situs web Anda.

2. Optimalisasi bobot gambar

Saat mengunggah gambar, pastikan untuk memilih hanya gambar yang berukuran kurang dari 1 MB. Dalam lebih banyak kasus, Anda dapat melihat bahwa situs dimuat dengan lambat :

Jika Anda sudah mengunggahnya ke server hosting Anda, jangan khawatir, sudah ada beberapa alat yang dapat Anda gunakan untuk mengompres gambar Anda ke ukuran yang lebih ringan.

diantaranya :

  • Smush
  • Imagify
  • EWWW Image Optimizer

3. Kurangi ukuran gambar

Setelah melakukan kompresi ukuran citra, langkah selanjutnya adalah memperkecil ukuran piksel citra. Misalnya pada gambar di bawah ini, ukuran aslinya adalah 780 x 420 dan ukuran gambar yang disarankan setelah dicek di GTMetrix adalah 300 x 162. Setelah menyesuaikan ukuran

seperti , cat, dll, unggah kembali dan periksa apakah cocok dengan GTMetrik.``

4. Menggunakan plugin caching

Caching adalah proses penyimpanan sementara data di situs web agar memuat lebih cepat.

Pada umumnya akses pertama ke suatu website akan terasa agak lama karena cache tidak tersimpan, dan setelah akses kedua akan terasa lebih cepat karena data website yang di-cache sudah tersimpan. Plugin WordPress yang dapat Anda gunakan untuk caching, terutama pengguna WordPress:

  • W3 Total Cache
  • WP Roket
  • WP Super Cash
  • Cache WP Tercepat
  • hypercash

5. Minify File CSS & Javascript

Minify merupakan proses menghilangkan karakter yg nir digunakan pada struktur kode. Jadi arsip kode sebagai lebih ringan & mampu cepat dieksekusi, sebagai akibatnya meningkatkan kecepatan loading website.

Rekomendasi aku memakai plugin Autoptimize, lantaran sangat gampang dipakai & membutuhkan ketika yg nir usang waktu proses minify arsip kode.

Content Creator, Graphic Designer, UI / UX Designer

My Notes On Blogger : Ernesia.xyz